JEPARA — Festival Literasi Jepara 2026 mengajak warga membawa kegiatan membaca lebih jauh: melahirkan gagasan, membuat karya, lalu melakukan tindakan nyata. Acara berlangsung 7–9 Oktober 2026.

Dalam publikasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Kamis, 8 Oktober, penguatan literasi disebut membutuhkan kerja bersama keluarga, sekolah, perpustakaan, komunitas, dan dunia usaha. Kebiasaan belajar diharapkan terus berjalan setelah festival selesai.

Keterangan TP PKK Kecamatan Donorojo sehari sebelumnya menjelaskan bahwa festival diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Jepara. Pegiat literasi, pengelola taman baca, pelajar, serta pendidik menjadi bagian dari pertemuan tersebut.

Agenda yang dicantumkan meliputi bazar buku, diskusi bersama penulis, pameran kreativitas, serta kegiatan edukatif. Karya tulis dan kerajinan memberi ruang bagi peserta untuk menunjukkan hasil dari proses belajar.

Pada hari pertama, gelar wicara tentang pemasaran online turut membahas pemanfaatan platform digital bagi UMKM dan generasi muda. Materinya menghubungkan kemampuan memahami informasi dengan langkah memperkenalkan usaha kepada calon pembeli.

Gerakan Baca, Kreasi, Beraksi menempatkan perpustakaan sebagai bagian dari kehidupan warga. Dari bacaan yang dipahami, gagasan diharapkan tumbuh menjadi kegiatan yang berguna bagi lingkungan sekitar.

Sumber & catatan editorialDirangkum dari publikasi resmi 7–8 Oktober 2026. Foto adalah arsip ruang baca Perpusnas di Jakarta untuk konteks literasi, bukan dokumentasi Festival Literasi Jepara. Hasil crop dan resize foto tetap CC BY-SA 4.0.
Pemprov Jawa Tengah — Festival Literasi Jepara, 8 Oktober 2026 · TP PKK Donorojo — agenda festival, 7 Oktober 2026 · Foto asli ruang baca Perpusnas — Davidelit · Lisensi foto CC BY-SA 4.0