JAKARTA — Datang ke festival film bisa menjadi awal mengenal komunitas baru. Semangat pertemuan itu dibawa Madani International Film Festival 2026 melalui tema Rimpang, dengan rangkaian kegiatan pada 7–11 Oktober.

Dalam konferensi pers 5 Oktober yang diberitakan RRI, direktur festival Ahmad Rifki menjelaskan keinginan penyelenggara memperluas kolaborasi. Pertemuan diarahkan untuk menghasilkan gagasan yang saling menguatkan, bukan berhenti pada mengumpulkan banyak kelompok.

Inayah Wahid, dari jajaran board festival, juga menekankan bahwa komunitas memiliki ruang dan kekuatan yang berbeda. Penyelenggara ingin membuka perjumpaan yang memungkinkan perbedaan tersebut saling melengkapi.

Agenda Madani mencakup film, musik, pertunjukan, dan pertukaran gagasan. Menurut laporan Republika pada 7 Oktober, festival turut mengembangkan Jamaah Sinema Madani sebagai wadah komunikasi dan koordinasi kegiatan sinema sepanjang tahun.

Bagi pegiat komunitas, gagasan itu memberi bahan untuk memikirkan kegiatan setelah festival: diskusi film kecil, berbagi bacaan, atau pertemuan lintas kelompok. Bentuk-bentuk tersebut merupakan kemungkinan yang dapat dirancang bersama, bukan kegiatan lanjutan yang sudah dipastikan oleh redaksi.

Informasi program diperiksa kembali pada 8 Oktober. Warga yang ingin ikut dapat mulai dari memilih kegiatan yang paling dekat dengan minatnya, kemudian mengecek lokasi dan ketentuan sesi melalui kanal penyelenggara.

Sumber & catatan editorialDisusun dari sumber publik tertaut; fakta dan agenda diperiksa 8 Oktober 2026. Rentang acara 7–11 Oktober 2026. Bukan liputan langsung. Foto arsip digunakan untuk konteks tempat, bukan suasana festival terkini. Adaptasi foto tetap memakai lisensi asal.
RRI — kolaborasi komunitas, 5 Oktober 2026 · Republika — ragam kegiatan Madani, 7 Oktober 2026 · Madani — laman resmi, diperiksa 8 Oktober 2026 · Foto asli — RasyaAbhirama13 · Lisensi foto CC BY-SA 3.0